Infotainmen Atau Gosip?

Infotainmen Atau Gosip?

Acara infotainmen di televisi diawali oleh Kabar-kabari di stasiun RCTI pada penghujung tahun 1990-an, setelah tayangan itu sukses maka bermunculanlah para pengikutnya. Latah, hampir semua stasiun televisi menayangkan acara serupa dengan berbagai judul.

Menurut Wikipedia Infotainmen berarti : Berita ringan yang menghibur.

Infotainment di Indonesia identik dengan acara televisi yang menyajikan berita selebritis dan memiliki ciri khas penyampaian yang unik. (entah dimana khasnya?..apakah di isi beritanya atau cara penyajiannya)

Jika kita cermati, isi dari infotainmen tak lebih dari hal-hal yang remeh.

Misalnya apa isi dompet si artis, apa makanan kegemarannya, berapa banyak sepatu yang dikoleksinya, mengapa suka boneka sapi, bahkan saat sang artis potong rambut pun di liput dan ditayangkan di televisi.

Hal-hal seperti tersebut diatas sebenarnya sangat tidak penting artinya bagi kita, manfaat apa yang bisa kita ambil dari melihat isi dompet artis?.

Media kita kini sedang dijejali dengan isi yang membodohi dan tidak mengkondisikan konsumennya untuk mengasah otak . Hal ini diperparah dengan munculnya infotainmen sebagai salah satu isi media, salah satu tayangan yang mengarahkan pemirsanya untuk berpikir hal-hal yang remah dan dangkal.

Belum lagi tayangan infotainmen yang banyak memasuki wilayah pribadi artis yang sesungguhnya tak layak untuk diumbar pada khalayak.

“Lho kan artis milik publik?”. mungkin begitu pertanyaan yang akan terlontar jika disinggung tentang keberatan penayangan tersebut.

Prinsip jurnalistik “Name makes news”, membuat para pemburu berita berusaha “menelanjangi” artis, semakin sedikit yang tertutupi semakin bagus. Hal ini memunculkan masalah etika yang berdampak pada tergerusnya etika kita bermasyarakat.

Jika hanya hal-hal yang remeh yang kita lihat dan dengar, maka memori kita pun hanya diarahkan untuk berpikir yang remeh dan dangkal saja.

Akhirnya wajar jika isi pembicaraan kita hanya tentang artis-srtis itu dan seputar gosip-gosipnya. Kita kehilangan kedalaman, perenungan dan hal-hal bermanfaat, karena kita telah terbuai dengan hal-hal yang remeh.

Pilihan ada di tangan kita, kitalah yang harus selektif menentukan media yang kita konsumsi.

Jangan sampai media yang kita konsumsi hanya akan membuat kita bodoh dan bebal.

Mari dari sekarang kita cerdas menentukan media yang kita konsumsi.

Wallahu’alam

Ditulis oleh:

Nama : Elfira Setia Noviawati

Pekerjaan : Blogger

Alamat Blog : http://elseberbagi.blogspot.com/

Alamat url postingan : http://elseberbagi.blogspot.com/2011/03/infotainmen-atau-gosip.html

About The Author

Related posts

4 Comments

  1. Neyna Naya

    Benar sekali, pada prinsipnya media memiliki peranan yang besar dalam kehidupan jika kita dapat berpikir kritis dan menginterpretasikan dengan benar hal-hal yang disajikan media

    Reply
  2. RIAU DAILY PHOTO

    INFOTAINMENT ATAU GOSIP ? Infotaintment lebih kurang sama saja dengan gosip, infotaiment hanya beda kemasan,dikemas dengan bahasa yang hiperbola dan berlebih-lebihan.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *