Semangat PON XVIII 2012 Riau Bergelora Pada Filateli Pos Indonesia

Semangat PON XVIII 2012 Riau Bergelora Pada Filateli Pos Indonesia

Bertepatan PON XVIII tahun 2012 di Provinsi Riau, Dirjen Postel dalam hal ini PT.Pos Indonesia akan menerbitkan produk utama Filateli yaitu Prangko,(SHP)Sampul Hari Pertama, Prisma(Prangko Indentitas Milik Anda) dan produk istimewa Filateli lainnya.

Pacu Jalur adalah salah satu Tema desain yang mendapat perhatian, karena pacu jalur tersimpan semangat bersama olahraga daerah dari Teluk Kuantan, Kabupaten Kuantan Singing tradisi turun temurun sejak dulu kala

Tradisi pacu jalur adalah kegiatan olahraga balap dayung tradisional dari Kabupaten Kuantan Singingi di Provinsi Riau. Olahraga balap dayung ini menggunakan perahu yang terbuat dari kayu gelondongan yang panjang yang disebut jalur. Pacu jalur diselenggarakan setiap tahun.
Tradisi pacu jalur sampai sekarang masih dilestarikan dan telah menjadi salah satu kegiatan rutin tahunan Dinas Pariwisata Kabupaten Kuantan Sangingi. Kemeriahan festival pacu jalur mampu menarik ribuan wisatawan dari dalam dan luar negeri.

Pacu jalur dari Kuantan Singingi memiliki sejarah dari kegiatan masyarakat setempat pada tahun 1900-an. Di masa lalu masyarakat daerah Kuantan Singingi menggunakan perahu-perahu gelondongan sebagai sarana transportasi. Perahu gelondongan juga digunakan untuk mengangkut dan memindahkan hasil bumi atau hasil hutan dari daerah Kuantan Singingi.

Kemudian pada masa penjajahan Belanda, olahraga balap dayung ini selalu digelar untuk merayakan pesta ulang tahun Ratu Belanda, yaitu Ratu Wilhelmina. Namun setelah masa kemerdekaan Indonesia, pacu jalur diselenggarakan untuk memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia. Pacu jalur mendapat perhatian dari berbagai kalangan dari masyarakat setempat ataupun daerah lain. Bahkan kini, tradisi pacu jalur dijadikan salah satu agenda utama Kalender Pariwisata Nasional.

Ada hal lain yang membuat olahraga ini menarik. Masyarakat lokal percaya kalau olahraga pacu jalur terkait dengan unsur magis. Mereka meyakini bahwa yang menentukan kemenangan dalam pacu jalur adalah kekuatan dari olah batin dukun atau pawang perahu.

Para peserta pacu jalur di Teluk Kuantan memeriahkan perlombaan dengan menghias perahu mereka. Setiap tim biasanya menggunakan pakaian dengan warna dan hiasan yang sama. Festival pacu jalur dimeriahkan oleh acara-acara lain seperti pekan raya, pertunjukan tari tradisional, pementasan lagu daerah, dan pementasan kesenian dari Riau lainnya.

Penulis : Muhammad Rakhmad Syahfizan dan Zainuddin
Pekerjaan : Mahasiswa
Blog : http://www.terubuk.com

About The Author

Related posts

2 Comments

  1. bangfirdaus

    Masih adakah komunitas filateli..? Hampir tidak kedengaran lagi saat ini. Seiring berkembangnya teknologi informasi, surat-menyurat menggunakan prangko sudah langka sekali..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *