Sisi lain ANGKOT

Sisi lain ANGKOT

Karena sangat umum, mungkin ANGKOT menjadi benda yang biasa-biasa saja bagi kita yang tinggal di Indonesia. Nothing special! Bahkan bagi sebagian kita, ANGKOT merupakan makhluk yang paling menyebalkan di jalan raya. Suka berhenti seenaknya, menyalib dari sisi manapun dia mau, dan tak jarang menyerempet mobil atau motor yang kita tunggangi. Tapi bagi teman-teman saya dari mancanegara yang baru pertama kali ke Indonesia menganggap ANGKOT sesuatu yang unik, yang tidak mereka temukan sebelumnya di negaranya atau bahkan negara lain yang pernah mereka kunjungi.

Kalau kita perhatikan, masing-masing daerah sebenarnya punya ANGKOT dengan keunikan tersendiri. Namanya juga berbeda-beda. Di Banda Aceh dinamakan labi-labi. Di Pekanbaru disebut oplet. Di pedesaan Sumatera Barat ada oplet cigak baruak. Di Makasar disebut pete-pete. Di Kupang dinamakan Bemo. Kebanyakan ANGKOT & Co yang beredar saat ini adalah mini-van rakitan karoseri yang memang didesign untuk itu. Tetapi masih dapat ditemukan juga truk pick-up yang dimodifiksi menjadi kenderaan pengangkut penumpang (bahkan di Flores truk dimodifikasi menjadi Bis Kayu). Dibeberapa daerah, seperti Pekanbaru dan Kupang, angkot memasang sound system dengan suara yang sangat keras… gokil abis!

ANGKOT sedikit banyak menggambarkan karakter masyarakat di daerah setempat. Masyarakat Manado yang terkenal perlente dan relijius, tercermin dari sikap mereka di ANGKOT. Di Manado tempat duduk angkot tidak seperti di daerah lain yang disusun saling berhadapan, tetapi semua menghadap ke depan sebanyak 3 – 4 baris. Kebanyakan ANGKOT di kota itu memutar lagu-lagu rohani kristiani di perjalanan. Oplet Cigak Baruak yang kita temukan di Sumatera Bagian Tengah, menggambarkan masyarakat pedesaan yang produktif (alat angkut dirancang untuk memudahkan mengangkut penumpang dan hasil pertanian sekaligus). Hehehe Semacam “sosiologi perangkotan”…

Setali tiga uang dengan Indonesia, di negara tetangga juga ada angkutan penumpang yang unik. Bahkan menjadi bagian dari promosi wisata mereka. Bagi traveler yang berprinsip “like doing what the local do”….naik ANGKOT & Co merupakan hal yang menarik untuk dilakukan sebagai experience perjalanan di negara berkembang seperti kawasan ASEAN.

ANGKOT memang sering menyebalkan. Dari pada sakit hati, lebih baik melihatnya dari perspektif yang berbeda, yang mungkin malah bikin kita tersenyum sendiri.

Penulis : Ison Idris
Pekerjaan : Veterinary Officer Services
blog : http://www.sungaikuantan.com

Sumber : Sungai Kuantan

About The Author

Related posts

2 Comments

  1. adit

    angkot….hanya supirnya dan Tuhan yg tau kapan mo berenti 😀

    mo nanya nih,kalo misalnya mo ngadain pelatihan blog gt,trus anggota bertuah sebagai narasumbernya,siapa yg bisa dihubungin ya?

    thx

    Reply
  2. bangfirdaus

    masyarakat pengguna kendaraan di pekanbaru pada umumnya saya lihat banyak yang sebal dengan para supir angkot..

    betapa tidak, sudah banyak pengendara sepeda motor yg pengendaranya jadi korban angkot berhenti mendadak, berapa banyak mobil yg keserempet angkot gara-gara memotong & naik turun penumpang seenak hatinya..

    namun disatu sisi kita fahami bahwa angkot sangat membantu kelancaran transportasi bagi masyarakat yg tidak memiliki kendaraan pribadi, secara juga bisa mengurangi kemacetan yg diakibatkan menjamurnya kendaraan pribadi sebagai efek gampangnya prosedur perkreditan kendaraan..

    toh, pada sudut pandang yg lain kita justru akan kasihan dgn para supir angkot yg menggantungkan mata pencaharian mereka dari banyaknya penumpang. betapa kita akan terenyuh jika mengetahui bahwa disaat melambung nya harga BBM para supir angkot ini harus terus menyambung hidup demi mengisi perut anak dan istrinya selain juga adanya kewajiban setoran harian yg wajib diberikan buat sang empunya angkot..

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *