Pekanbaru Death Railways, untaian sejarah yang hilang

Pekanbaru Death Railways, untaian sejarah yang hilang

Tempo Doeloe. Pekanbaru (pernah) punya kereta api. Ini fakta, walau mungkin terlupakan. Sebuah museum sederhana di jalan Imam Munandar, Simpang Tiga, di mana terdapat sebuah Lokomotif Kereta api C3322, yang berdiri di komplek pemakaman dan Monumen Pahlawan kerja. Relief terukir di salah satu sisi dindingnya menggambarkan kekejaman jepang terhadap para pekerja.Ini menjadi saksi sejarah yang tak terbantahkan.

68 tahun yang lalu, di tahun 1943 Jepang mulai membangun jalur kereta api Pekanbaru (Riau) – Muaro (sumatera barat). Berawal dari rencana Belanda pada tahun 1920 yang ingin membangun jalur kereta api Pekanbaru – Muaro namun karena medan yang sulit sehingga belum terlaksana sampai pecahnya Perang Dunia II. Jepang yang mengetahui rencara tersebut merealisasikannya dengan pertimbangan pada saat itu, banyak kapal-kapal jepang yang berhasil ditenggelamkan oleh kapal selam sekutu. Dengan jalur kereta ini, jepang ingin menghubungkan antara Samudera Hindia dan Selat Malaka, sehingga pengangkutan logistik dan tentara melalui laut dapat diminimalisir. Selain itu, Jepang perlu angkutan yang efektif dan efisien untuk mengangkut batubara dari ombilin ke pekanbaru untuk selanjutnya di bawa ke Singapura.

Pengalaman Jepang dalam proyek Death Railways Burma-Siam yang dapat selesai dalam 18 bulan membuat jepang optimis atas pembangunan serupa di Pekanbaru. Tenaga kerja yang digunakan oleh jepang berasal dari tenaga kerja Romusha yang didatangkan dari tanah jawa dan daerah lainya serta para tawanan perang sekutu. Mereka mengerjakan pembangunan jalur ini dengan peralatan yang sederhana. Semua dikerjakan dengan tenaga manusia semata. Dengan perlakuan yang tidak manusiawi, banyak para pekerja yang menjadi korban kekejaman Jepang. Puluan ribu nyawa melayang. Sebuah buku berjudul “Eindstation Pekan Baru 1944-1945-Dodenspoorweg door het Oerwoud” yang ditulis oleh Henk Hovinga menyebutkan bahwa “mereka itu telah dipaksa bekerja dalam suatu neraka hijau, penuh ular, lintah dan harimau, lebih buruk lagi miliaran nyamuk malaria, di bawah pengawasan kejam orang-orang Jepang”.

Proyek pembangunan jalur kereta api ternyata berjalan sangat buruk. Perlu diketahui bahwa banyak jalur rel yang terpotong oleh sungai sehingga perlu dibangun jembatan. Dan parahnya, sebagian besar jembatan dibuat dari kayu sehingga mengurangi kekuatan atas beban dan daya tahan usianya. Tiang penyangga jembatan tidak berumur panjang karena berupa balok kayu yang senantiasa terendam air sungai.

Banyaknya korban jiwa yang berjatuhan dalam proyek pembangunan jalur kereta api ini tak sebanding dengan hasilnya. Karena setelah jadi, ternyata jalur ini hanya digunakan antara Mei 1945 – Agustus 1945 untuk pengangkutan batu bara. Setelah itu jepang dipaksa angkat kaki oleh Sekutu dengan dijatuhkannya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Dan lebih ironis lagi, The Death Railways pekanbaru-Muaro inipun terlantar, puluhan ribu korban yang berjatuhan tak mendapat tempat dalam ingatan, bahkan hilang dari sejarah bangsa ini…..

NB : Jl. Kereta Api, Konon di jalan ini dulu terhampar rel kereta api, namun sekarang tak berbekas sama sekali.

*Dari berbagai sumber.

Lampiran Gambar :
1. Peta Jalur Kereta api Pekanbaru-Muaro

http://4.bp.blogspot.com/-5ZMVFxpeNhQ/Tc1ml-81dqI/AAAAAAAAAFE/woa2AA-yQlw/s1600/peta%2Bkereta%2Bapi%2Bpekanbaru%2Bsumber%2Bkedaikopidotcom.bmp (sumber : kadaikopi.com)
kereta api pekanbaru

2. Lokomotif Kereta api C3322
http://1.bp.blogspot.com/_OI5rKDoClVU/TELg8dCzBXI/AAAAAAAAAHE/hyGB6K45tZg/s1600/kereta+api+di+pekanbaru+3.JPG
kereta api pekanbaru

3. Relief Kekejaman Jepang
http://2.bp.blogspot.com/_nRbbtAycC9E/TDRpu2tgcmI/AAAAAAAAAf8/f_aT4QwEj-A/s1600/reilef+kekejaman+jepang+terhadap+pahlawan+kerja+1.JPG
kereta api pekanbaru

PENULIS
Nama: Ijo Punk Jutee
Profesi : Swasta
Blog : www.socialityphoto.com

About The Author

Related posts

5 Comments

  1. khodri

    waaah, gak nyngka, smoga kedepannya, pemerintah mau membangun sistem perkreta apian di sumatra, karena potensi nya sangat besar sekali. terutama untuk menangkut hasil alam Riau. seperti kela sawit dan lainnya

    Reply
  2. bangfirdaus

    Subhanallah..
    Benar-benar sebuah tulisan yang sangat bagus untuk menambah pengetahuan.. Sangat menginspirasi dan menyadarkan.. Semoga mata kita kian terbuka dengan besarnya jasa & pengorbanan para pahlawan kerja yg sering terlupakan oleh kita..

    Reply
  3. rayanuz

    dari cerita para orang tua kakek kami Tarip Nasution (ex pejuang dan kepala desa saat itu)wafat krn jadi korban kecelakaan kereta api di sumatera yg tercebur jurang…wallahualam kebenaran cerita tsb. krn ayah kami meninggal saat sy (anak 1) berumur 1,2 th. ada info ini pak???

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *