Etika Bukan untuk Mengekang

Etika Bukan untuk Mengekang

Kebebasan berekspresi di dunia maya saat ini menjadi isu yang hangat dibahas. Munculnya UU ITE terutama Pasal 27 ayat 3 seperti menjadi pemicu munculnya teriakan-teriakan dari para netizen, terutama para blogger dari seluruh Indonesia. Ayat dan pasal  berbuny:

Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik“.

Selanjutnya pelanggaran terhadap pasal tersebut akan mendapat sanksi, yang tertuang pada pasal 45 ayat 1, yang berbunyi:

Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)“.

Pasal 27 ayat 3 di atas terasa seperti sebuah jebakan bagi para netizen yang berusaha memberikan informasi, namun informasi tersebut justeru menjebloskannya ke dalam penjara. Beberapa contoh kasus telah terjadi di Indonesia yang mengakibatkan para pengguna internet ini akhirnya divonis bersalah oleh hukum.

Selain permasalahan tersebut, sebuah survey yang dilakukan oleh ICT Watch beberapa waktu lalu mengungkapkan sebuah fakta yang mengejutkan. Survey tersebut menyebutkan bahwa ternyata 68 persen responden mengatakan bahwa para pengguna internet di Indonesia belum beretika dalam menyempaikan ekspresinya. Sungguh menjadi sebuah dilema di negeri yang katanya memiliki masyarakat yang penuh sopan santun ini.

Dari Tebet untuk Indonesia

Berangkat dari uraian di atas, maka ICT Watch bersama perwakilan dari komunitas pengguna internet di Indonesia dari sabang sampai merauke, mencoba merumuskan sebuah etika yang diharapkan menjadi panduan bagi para pengguna internet dalam melakukan aktivitas online. Perwakilan yang sebagian besar adalah perwakilan dari komunitas blogger ini melakukan diskusi intensif yang didahului dengan pengayaan materi seminar dari beberapa nara sumber yang berkompeten dalam bidang hukum, jurnalistik dan dunia internet.

Sesi Nukman Luthfi dengan moderator Onno W Purbo

Bertempat di Hotel Harris, Tebet – Jakarta, Sesi pertama diisi oleh Sammy Pangerapan (APJII) dan Sigit Widodo (PANDI) tentang pentingnya komunitas dan industri berbasikan Internet untuk saling bersinergi. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi berikutnya oleh Anggara selaku pengacara publik dari ICJR dan Nezar Patria dari AJI. Anggara bercerita tentang kebebasan berekspresi di Internet dari kaca mata hukum berikut dengan beberapa kasusnya serta Citizen Journalism dari sisi jurnalistik.

Usai istirahat siang, sesi selanjutnya diisi oleh tamu yang spesial didatangkan oleh tim ICT Watch selaku penyelenggara, yaitu Ross LaJeunesse, Head of Public Policy and Government Affairs, Google Asia Pacific yang didampingi Mike Orgill, Country Lead of Public Policy & Government Affairs, Google Southeast Asia.Ross memaparkan tentang bagaimana kebijakan Google serta support mereka terhadap perkembangan konten-konten yang bermutu di dunia internet.

Dan akhirnya, sebelum masuk ke sesi diskusi, Nukman Luthfi (Pakar/praktisi social Media) bersama Kang Onno W Purbo selaku moderator mencairkan suasana yang sudah semakin lelah dengan penyampaian materi yang menarik dan dibumbui dengan humor dan canda. Pak Nukman menceritakan beberapa kasus unik dan menarik serta beberapa hasil penelitian tentang praktek social media di Indonesia.

Para peserta diskusi serius merumuskan panduan etika online

Istirahat sore sejenak, para peserta selanjutnya mulai terlibat dalam diskusi intensif. Dimulai dengan debat tentang perlu atau tidaknya etika online ini dibuat, atau apakah etika ini akan mengikat atau mengekang kebebasan bereksperesi. Setelah melalui diskusi yang melelahkan, maka akhirnya disepakatilah beberapa poin penting yang pada prinsipnya hanya sebagai panduan bagi para pengguna internet di Indonesia. Tidak ada keterikatan, tidak ada sanksi yang mengikat, bebas diadopsi dan dimodifikasi oleh berbagai kalangan yang membutuhkan.

Selengkapnya hasil dari diskusi tersebut yang kemudian diberi nama “Naskah Tebet” ini adalah sebagai berikut:

ACUAN ETIKA ONLINE INDONESIA

Bahwa kegiatan penggunaan Internet dapat membantu mencari, mendapatkan, mengelola dan mendistribusikan banyak informasi yang positif dan bermanfaat bagi individu maupun masyarakat luas.

Bahwa kegiatan penggunaan Internet ternyata membuka peluang bagi diri sendiri terkena dampak negatif ataupun menghadapi perkara dari pihak lain yang dirugikan atau merasa dirugikan.

Bahwa dampak negatif ataupun perkara yang timbul akibat penggunaan Internet, dalam batas-batas tertentu dapat diselesaikan secara musyawarah, namun seseorang tetap dapat terkena konsekuensi hukum secara perdata dan/atau pidana.

Untuk itu maka kami, atas nama perwakilan organisasi/komunitas berjejaring (network society) dari berbagai kota di Indonesia bersepakat menyerukan kepada seluruh masyarakat luas pada umumnya dan pengguna Internet pada khususnya, agar bijak dalam pengunaan Internet.

Untuk itu pula maka kami secara bersama telah merumuskan acuan etika online (menggunakan Internet) yang bersifat konsep umum, tidak mengikat, bebas diadopsi siapapun dan diadaptasi sesuai kebutuhan masing-masing, yang berbunyi:

Siapapun tanpa terkecuali, ketika online (menggunakan Internet), harus menjunjung tinggi dan menghormati:

  • nilai kemanusiaan
  • kebebasan berekspresi
  • perbedaan dan keragaman
  • keterbukaan dan kejujuran,
    hak individu atau lembaga
  • hasil karya pihak lain
  • norma masyarakat
  • tanggung-jawab

Tebet, 16 September 2011

(Tim Perumus Bersama)

Lelah namun tetap bergaya

Berikut ini siapa-siapa saja yang hadir dan terlibat dalam perumusan tersebut:
Daftar Institusi Peserta

  1. ACER Ind. (peninjau & mitra acara), Helmy Anam, acer.co.id
  2. Air Putih (perumus), Ahmad Somad, airputih.or.id
  3. AJI (nara sumber), Nezar Patria, ajiindonesia.org
  4. Akademi Berbagi (perumus), Ainun Chomsun, akademiberbagi.org
  5. Akademi Berbagi (perumus), Karmin Winata, akademiberbagi.org
  6. Ambon Bergerak, Irfan Ramly, ambonbergerak.com
  7. APJII (narsum, mitra acara, perumus), S Pangerapan, apjii.or.id
  8. Arus Pelangi (perumus), Andi Pangeran, aruspelangi.or.id
  9. Arus Pelangi (perumus), Yuli Rustinawati, aruspelangi.or.id
  10. ASEAN Blogger Com (peninjau), Iman Brotoseno, aseanblogger
  11. Blog Detik (perumus), Karel Anderson, blogdetik.com
  12. Blogger AngingMammiri – Mks (perumus), Irayani Q Putri, angingmammiri.org
  13. Blogger AngingMammiri – MkS (perumus), Saipul Dg Gasing, angingmammiri.org
  14. Blogger Lesehan – Yogya (perumus), Rony Lantip, lesehan.or.id
  15. Blogger Arumbai – Ambon (perumus), Almascatie, arumbai.org
  16. Blogger Bali (perumus), Anton Muhajir, baliblogger.org
  17. Blogger Bekasi (perumus), RA Nunuk P, bloggerbekasi.com
  18. Blogger Beleter – Pontianak (perumus), Dwi Wahyudi, beleter
  19. Blogger Bengawan – Solo (perumus), Purwaka Bloentank, bengawan.org
  20. Blogger Bertuah – Riau (perumus), Taufik Asmara, bertuah.org
  21. Blogger Blogor – Bogor (perumus), Matahari Timoer, blogor.org
  22. Blogger Cah Andong – Jogja (perumus), Dodong P, cahandong.org
  23. Blogger dotSemarang (perumus), Asmari, dotsemarang
  24. Blogger Flobamora – NTT (perumus), Tuteh Pharmantara, flobamora.org
  25. Blogger Ngalam – Malang (perumus), Fauzil Haqqi, bloggerngalam.com
  26. Blogger Nusantara (peninjau), Kukuh TW, bloggernusantara.org
  27. Blogger Plat-M Madura (perumus), Nurwahyu Alamsyah, plat-m.com
  28. Blogger Sumut – Medan (perumus), Nicholas Sihotang, bloggersumut.net
    Blogger TPC – Surabaya (perumus), Novianto P Raharjo, tugupahlawan.com
  29. Blogger WongKito – Plbg (perumus), Nike Rasyid, wongkito.net
  30. deBlogger – Depok (perumus), Dodi Mulyana, deblogger.org
  31. Detik Forum (perumus), Marwan, detikforum.com
  32. Ford Foundation (peninjau), Heidi Arbuckle, ford.org
  33. Google (nara sumber & mitra acara), Mike Orgill, google.com
  34. Google (nara sumber & mitra acara), Ross LaJeunesse, google.com
  35. HIVOS (peninjau & mitra acara), Thomas Aquino, hivos.nl
  36. ICJR (nara sumber, perumus), Anggara Suwahju, icjr.or.id
  37. ICT Watch (perumus), Donny B.U, ictwatch.com
  38. ICT Watch (perumus), Yan Aryanto, ictwatch.com
  39. idBlognetwork (peninjau), Radityo, idblognetwork.com
  40. ID-SIRTII (peninjau), Rapin Mudiardjo, idsirtii.or.id
  41. Indonesia IGF (perumus), Victor Elvino, id-igf
  42. Internet Sehat (perumus), Acep Syaripudin, internetsehat.org
  43. Internet Sehat (perumus), Dewi W Ningrum, internetsehat.org
  44. Jalin Merapi – Jogja (perumus), Ahmad Nasir, merapi.combine.or.id
  45. JBDK – Jogja (perumus), Sony Setiawan, jbdk
  46. Joglo Abang – Jogja (perumus), Ananto Sulistyo, jogloabang.com
  47. Karya Tuna Netra (perumus), Dimas Prasetyo, kartunet.net
  48. Karya Tuna Netra (perumus), Rafik Akbar, kartunet.net
  49. KasKus Network (perumus), Ghina Aliya, kaskus.us
  50. KasKus Network (perumus), Lani Rahayu, kaskus.us
  51. Kemenristek (peninjau), Kemal Prihatman, ristek.go.id
  52. Kompasiana (perumus), Iskandar Z, kompasiana.com
  53. PANDI (nara sumber & mitra acara), Sigit Widodo, pandi.or.id
  54. Pakar Internet (nara sumber), Onno W Purbo, opensource
  55. Pakar Sosial Media (nara sumber), Nukman Luthfie, virtual.co.id
  56. Relawan TIK Nasional (perumus), Indriyatno B, relawan-tik.org
  57. Satu Dunia (perumus), Firdaus, satudunia.net
  58. Trans7 (peninjau), Bambang Elf, trans7.co.id
  59. TV Komunitas – Bandung (perumus), Ian Keikai, rajawalitv.web.id
  60. XL Axiata (peninjau & mitra acara), Febriati Nadira, xl.co.id
  61. XL Axiata (peninjau & mitra acara), Harry DJ, xl.co.id
  62. Committee Member, Arif Taufik, ictwatch.com
  63. Committee Member, Ahmad Aminuddin, ictwatch.com
  64. Committee Member, Siti Hanafiah, ictwatch.com

Salam hangat untuk seluruh pengguna internet di Indonesia, semoga bermanfaat.

About The Author

Related posts

12 Comments

  1. Restsindo-hty

    Etika berselancar di dunia maya memang sangat di perlukan untuk mengatur dan menata agar kelihatan lebih rapi dan tertib. Tetapi ada satu hal yang harus dicermati …….
    jika saya seorang petani kacang panjang maka etika itu sama dengan “lanjaran ” penahan pohon …. berguna untuk merambatkan tanaman agar tanaman tumbuh subur dan menghasilkan lebih banyak. Tetapi ketika ” lanjaran” mematikan tanaman maka lebih baik tanpa “lanjaran ” demikian juga etika …. jangan sampai etika tersebut justru mematikan kreatifitas dan inovasi pra Bloger ….

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *