Penelitian UNPAD terhadap Blogger Hibah Sejuta Buku

Penelitian UNPAD terhadap Blogger Hibah Sejuta Buku

Penelitian UNPAD
Ini wawancara dunia maya di Grup Facebook : Blogger Hibah Sejuta Buku

Apasih yang membuat mbak-mbak dan mas-mas mengadakan gerakan ini..?

-Almas

baiklah, secara personal saja yah, ut gerakan ini memang aku baru masuk di hibah ke tiga ini, yg ke dua dan pertama aku ga ikut.

Mungkin simpel saja sih kalo aku, keinginan untuk berbagi saja. banyak hal yg ingin saya lakukan apalagi saya tinggal di daerah yg boleh di bilang tertinggal. ut mendapatkan fasilitas yg berupa buku hanyalah angan2 bagi anak2 sekolah yg di wilayah terpencil, bukan hanya karena tidak punya uang, tapi lebih dikarenakan tidak adanya akses ut mendapatkan buku. pada saat aku bisa membantu kenapa tidak aku lakukan dari pada hanya melihat mereka dan menulis di blog saja.

Anaz

Kalau saya pribadi, awalnya tertarik dengan BHSB fase pertama yang diadakan oleh teman2 Pekanbaru. Waktu itu, saya hanya bisa menyumbang beberapa buku saja untuk disumbangkan ke kepulauan Meranti-Riau.

Lantas, tahun lalu ada seorang teman yang ditugaskan di Papua sebagai Pengajar muda yang dipelopori oleh Indonesia Mengajar. Teman tersebut sering berkiash tentang Papua, baik dari alam sekita maupun pendidikannya.

Ternyata, di sana tidak banyak buku bahkan sangat minim sekali. Terus saya keinget dengan gerakan BHSB, saya kontak teman2 di Pekanbaru untuk kembali mengadakan gerakan ini dengan tujuan Papua. Alhamdulilah mendapat dukungan dari teman2 bertuah. dan fase kedua,

Siapa aja orang2 yang mengelola gerakan ini?

Almas

Pengelola gerakan ini… Mungkin bisa di bilang bukan “pengelola” juga sih dalam artian gerakan ini tidak ada ketua maupun struktur organisasi, lebih pada “volunteer”, tapi ada beberapa admin yg mencoba ut tetap menjaga grup dan gerakan in itetap berjalan seperti tujuannya. Saya atau mbak Anazkia Aja, Attayaya Yar Zam, Maztrie Utroq dan beberapa teman meski berposisi Admin, tapi yah itu kami hanya volunter juga yg mencoba tetap menjaga agar gerakan ini berjalan dengan terus menerus serta setia pada tujuan utama #tsah :))

Memperluas Volunteer. karena ini gerakan juga entahlah lebih banyak pada panggilan jiwa seseorang untuk berbagi, maka kami hanya mengajak, kalo tertarik yah monggo. kalo ga tertarik kami ga maksa, asas yg berlaku disini adalah asas kepercayaan, kami percaya teman2 disini semua punya niat tulus dan ingin berbagi semua. Alhamdulillah itu berjalan sampai BHSB 3 ini.

Terus, bagaimana cara memperluas volunter ?

Anaz,

Untuk memperluas volunteer, awalnya saya bertanya kepada teman2 dekat dulu. Siapa yang mau bergabung dan bersedia menjadikan tempatnya sebagai posko pengiriman buku juga mau memposting di blognya tentu saja.

Fase kedua, alhamdulilah sebanyak 9 orang yang bersedia menjadi volunteer. Serang, Jakarta, Bogor, Jakarta, Bandung, Jogja, Semarang, Sulawesi juga Malang. Mereka semua adalah teman2 dekat

Masih tentang volunteer,

Fase ketiga, pemberitaan BHSB melalui blog2 semakin meluas. tak hanya teman2 dekat, tapi juga teman yang belum kami kenal mulai ikut mempromosikan BHSB di blog2nya. Alhamdulilah, dengan semakin luasnya pemberitahuan dari teman2 blogger, cabang volunteer semakin banyak. Kalau fase kedua ada 9 kota, maka di fase ke empat ini ada 12 cabang volunteer di 12 kota

Pada deadline, akhir, tak semua kota memenuhi target atau mengumpulkan buku. Tapi, buat kami bukan menjadi masalah, niatnya mereka untuk mau bergabung juga kami sudah sangat berterimakasih.

Lalu, bagaimana alur pendistribusian dari volunteer sampai ke tangan anak2 sasaran dari gerakan ini?

Almas,

untuk alur distribusi, pada awalnya para volunter setelah mengumpulkan buku langsung dikirim ke daerah yg dituju, yg biasanya di koordinir oleh komunitas blogger di daerah tersebut, seperti di awal pada komunitas bertuah pekanbaru, kalo kedua kebetulan di papua belum ada komunitas blogger, kami menggunakan jalur teman2 dari pengajar muda yg kebetulan disana. Ketiga yg kemaluku sendiri di koordinir oleh temen2 komunitas blogger maluku juga. Jadi mungkin karena ini gerakan blogger, maka kami sangat berharap teman2 blogger di daerah tersebut turut serta berpartisipasi sehingga kami dapat saling bantu mengenai alur distribusi buku

Pernahkan gerakan ini menemui hambatan? hal apa yang menjadi hambatan dan bagaimana mengatasinya

Anaz,

Hambatan buat kami dalam gerakan ini adalah komunikasi. Karena kegiatan ini sepenuhnya dilakukan di dunia maya. Koordinasi antaradmin juga antarvolunteer dan donatur semuanya melalui dunia maya. Jadi hambatan utamanya adalah pada signal, juga pulsa 🙂 Kalau sesama admin, volunteer dan donatur, alhamdulilah kami belum mengalami hambatan. Kecuali hambatan diskusi2 kecil yang kami lakukan antaradmin melalui inbox 🙂

Attayaya
Hambatan :

Fase pertama sangat mengalami hambatan dana. Ketika buku yang telah terkumpul begitu banyak, kami tak bisa mengirimkan ke lokasi karena butuh dana yang cukup besar yang diperlukan untuk :
transportasi pengantar dan biaya angkat barang. Dengan berbagai upaya akhirnya kami mendapat bantuan dari Camat setempat yang memfasilitasi kendaraan dari pelabuhan Tanjung Samak menuju desa yang memakan waktu 3 jam naik motor roda 2. Sedangkan biaya lainnya kami tanggung sendiri.

Fase kedua dan ketiga, Alhamdulillah mendapat bantuan dari berbagai pihak termasuk dana bantuan dari beberapa blogger.

Intinya adalah :
Hambatan biaya angkut barang

Pertanyaan berikutnya ya.. ada rencana lain jadi tidak hanya sekedar memberikan buku?

Almas, Rencana lain selain bagi buku, untuk sementara belum ada nih mbak, tapi kalo dari mimpiku dan opini pribadi, BHSB memang harus gerak seperti ini saja, meski ada keinginan banyak tapi bagi saya membantu dengan mengumpulkan buku dan mengajak teman2 komunitas di daerah yg dituju ut menyalurkan maka akan terjadi kesinambungan, dimana teman2 komunitas di harapkan akan turut mengelola buku2 yg di kumpulin itu entah dalam bentuk apa itu terserah dari komunitas masing2 entah mereka mau bikin program mengajar atau apa.. tapi setidaknya BHS bisa turut berkonstribusi dengan mengumpulkan buku ini.

Oh iya mba-mba dan mas-mas nya. sedikin menambahkan pertanyaan. Apakah gerakan ini sudah di ketahui oleh instansi terkait seperti pemerintah atau lembaga tertentu gitu. Klo pun belum, apakah ada niatan untuk merangkul mereka agar dapat mempermudah pergerakan dari BHSB tersebut dan lainya..

Almas, untuk sementara ini belum, tapi kalo bagi aku kalo sudah di kenal pun entah apa bisa di ajak kerjasama apa ga, dengan kondisi gerakan yg jelas bukan sebuah organisasi yg resmi maka itu mungkin jadi hambatan bagi kerjasama dengan mereka. Untuk menjadi organisasi pun ini gerakan masih butuh proses panjang, jadi untuk sementara kemungkinan itu ada tapi belum kali yah 😀

Anaz, Kami nggak tahu, apa ada instansi tertentu yang sudah mengetahui gerakan kami ini. Eh, kemarin RRI sudah, karena itu kan instansi milik negara juga 🙂

Terpikir juga ke sana, tapi masih kami pertimbangkan. Bukan beitu Bang Almascatie Be?

logo unpad
logo unpad

About The Author

Related posts

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *