Perjalanan Blogger Bertuah ke Camp TPU WWF di Rimbang Baling

Perjalanan Blogger Bertuah ke Camp TPU WWF di Rimbang Baling

Camp TPUKomunitas Blogger Bertuah Pekanbaru beberapa waktu lalu melakukan perjalanan ke Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling di Provinsi Riau. Perjalanan ini bertujuan untuk mengunjungi Camp Tiger Protection Unit (TPU) WWF dan melakukan perjalanan ekowisata wisata di sekitar kawasan hutan.

Tim TPU merupakan unit kerjasama antara Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) dan WWF untuk merespon cepat kegiatan yang berkaitan dengan ancaman langsung dan tidak langsung terhadap Harimau Sumatera dan satwa liar lainnya. Tim ini menjaga dua kawasan yang dilindungi yakni SMBRBB dan Hutan Lindung Bukit Batabuh.

Perjalanan yang dimulai pada Sabtu (13/12/14) lalu ini diinisiasi oleh Blogger Bertuah untuk mengenal lebih jauh bagaimana kondisi hutan yang ada di Riau, khususnya di SMBRBB. Hutan konservasi yang terletak di Kabupaten Kampar dan Kabupaten Kuantan Singingi dahulunya memiliki tutupan hutan sekitar 136 ribu ha, namun tutupan hutan kini mulai menyusut seiring aktivitas perambahan, illegal logging dan alih fungsi hutan menjadi hutan budidaya.

Setelah menempuh sekitar 2,5 jam perjalanan, para blogger yang jumlahnya 10 orang ini sampai ke Desa Petai di Kabupaten Kuantan Singingi. Dari sini perjalanan akan ditempuh dengan jalan yang kondisinya tidak beraspal dan dengan topografi yang cukup sulit. Ketika medan jalan yang ditempuh semakin sulit, maka jarak menuju Camp TPU akan semakin dekat.

Perjalanan diteruskan hingga akhirnya tim bertemu dengan Sungai Tapi. Sebenarnya di sinilah pertualangan dimulai. Sungai yang biasanya bisa dilalui mobil ini, kini sedang banjir dan berbahaya jika tetap dipaksakan untuk menyebrang. Akhirnya tim tetap menyebrang, namun dengan berjalan kaki dan akan menempuh jarak sekitar 3 km lagi untuk bisa sampai.

Untungnya jiwa-jiwa petualang mengalir dalam diri para Blogger ini. Naluri seorang fotografer muncul tatkala melihat objek-objek yang dianggap bagus. Akhirnya setelah menempuh perjalanan 2 jam dengan berjalan kaki, Blogger pun sampai di Camp TPU. Malamnya anggota Blogger Bertuah melakukan briefing dengan tim TPU terkait apa yang akan dilaksanakan esok hari.

Pada hari kedua, para Blogger mensimulasikan beberapa rutinitas yang dilakukan TPU dalam menjaga kawasan SMBRBB. Diantaranya patroli mobiler dengan menggunakan sepeda motor, kegiatan ini bertujuan untuk melihat bagaimana ancaman yang terjadi di sekitar kawasan. Dalam perjalanannya para blogger melihat langsung adanya proses penebangan pohon yang dilakukan oleh pelaku illegal logging. Melihat kedatangan rombongan, pelaku berusaha dengan cepat melarikan diri.

Perjalanan kemudian dilanjutkan untuk mensimulasikan pelepasan jerat yang biasanya dilakukan oleh pemburu untuk menangkap harimau. Jon Hendra, koordinator lapangan TPU mengatakan bahwa hingga saat ini sedikitnya ada 800 jerat harimau yang sudah diamankan oleh tim TPU. Jumlah ini mengindikasikan adanya ancaman nyata terhadap keberlangsungan Harimau Sumatera.

Selain jerat, Hendra menambahkan bahwa selama berdirinya TPU sejak 2004 lalu, tim ini sudah berhasil mengidentifikasi secara periodik temuan kejahatan illegal logging, perambahan dan aktivitas illegal lainnya dilokasi kegiatan.

“ Tim TPU juga berhasil mengidentifikasi dan memonitor aktivitas pelaku perburuan dan jaringan perdagangannya. Tim ini juga menjadi tim respon cepat dalam mengidentifikasi konflik harimau dengan manusia dan beberapa pencapaian lain dalam kaitannya dengan penanganan kejahatan satwa,” tambah Hendra lagi.

Selain melihat bagaimana ancaman yang ada disekitar Rimbang Baling, para Blogger juga mengunjungi potensi ekowisata yang ada di Rimbang Baling. Beberapa tempat yang dikunjungi diantaranya bekas rel kereta api yang dibangun pada masa penjajahan Jepang. Rel tersebut kondisinya sudah tidak terawat dan hanya bersisa beberapa meter saja.
Di dalam kawasan SMBRBB para Blogger juga menyempatkan diri menikmati olahraga air yakni arum jeram di Sungai Tapi yang memiliki arus yang cukup deras.

Keindahan alam SMBRBB menurut Attayaya, salah satu Blogger harus terus dijaga sebagai potensi ekowisata. Tidak hanya dijaga oleh para ranger TPU, namun seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencintai hutan.

“Beberapa sudut memang sudah banyak yang gundul, namun banyak sudut lain di Rimbang Baling yang masih asri dan harus terus dijaga. Semoga kedepannya, tidak hanya tim TPU yang menjaga kawasan, namun juga seluruh masyarakat baik yang disekitar kawasan, dan tentunya masyarakat Provinsi Riau,” ungkap Attayaya.

Akhirnya pada sore hari para Blogger bertolak ke Pekanbaru dengan berbagai pengalaman yang tidak bisa di dapatkan di tempat lain.

Untuk informasi lebih lengkap mengenai Tiger Protection Unit dan Hutan Rimbang Baling, silahkan kunjungi situs resmi TPU di www.stripetosecure.or.id.

Video Lengkap Perjalanan Blogger Bertuah di Camp TPU :

About The Author

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *